Senin, 29 Februari 2016

Tips Mudah Pembesaran Lele

Salam Buat Semua.
Pada Tulisan pertama ini saya mencoba membagi pengalaman, muda-mudahan apa yang saya tulis ini memberikan inspirasi kepada agan-agan yang mungkin saat ini masih mencari pekerjaan. Mumpung masih nunggu gitu yaa, untuk mengisi kegiatan aja ada baiknya mencoba melakukan sesuatau yang bermanfaat. 
salah satu usaha yang tidak terlalu sulit, dan tidak terlalu menyita waktu adalah pembesaran lele. Dikarenakan kegiatan bisa dilakukan pada areal yang tidak terlalu luas. Misalnya saja areal pekarangan yang menganggur sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi tempat pemeliharaan ikan lele ini. Media / sarana yang dibuat pun kalo seandainya agan-agan belum bisa menyiapkan tempat yang permanen, memakai terpal pun bisa sebenarnya. Terpal dibuat sedemikian rupa menyerupai bak di atas permukaan tanah (hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pada saat pengeringan) yang sekelilingnya diberikan tiang penyangga yang terbuat dari bambu,kayu kelapa dll,asalkan kua untuk menahan genangan air. Berdasarkan yang sudah pernah dilakukan bahwa kolam terpal yang dibuat berukuran P=5, L=6 T=1 m, yang berjumlah 3 bh. Pada masing masing kolam jangan lupa dipasang saluran pengeluaran yang gunanya adalah untuk mengontrol ketinggian air dan pengeringan kolam pada saat panen.

Adapun langkah-langkah dan tips  yang dilakukan selama pembesaran lele adalah :
  1. Mencari pemasaran
          Dalam  menjalankan usaha apapun bentuk dan jenisnya, yang sangat penting adalah pemasaran. dalam hal ini agan-agan harus terlebih dahulu menentukan kemana hasil panen ikan ini nantinya dijual, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena ikan lele sendiri laku/digemari pada saat berukuran 6-10 ekor/kg. ukuran yang lebih besar agak kurang disukai terutama untuk dibuat pecel lele. nilai jual akan lebih tinggi bila agan-agan memang mendapatkan pemasaran yang langsung ke konsumen misalnya dipasarkan sendiri atau dijual keoada para pedagang pecel lele, rumah makan, usaha pengolahan ikan lele asap dll.

      2. Mencari dukungan Modal (Bisa modal sendiri, modal pinjaman )
          Semua usaha memang memerlukan modal, termasuk juga untuk usaha ini. kalo dikumpulkan memang bermodalkan agak besar tetapi bisa dicicil, sesuai dengan perkembangan ikan. Modal awal setidak-tidaknya untuk membuat sarana produksi seperti kolam terpal, kemudian untuk membeli bibit, sementara untuk pakan bisa dicicil. Lebih bagus lagi kalo agan-agan sudah punya modal sendiri atau dapat pinjaman kredit yang ringan bunganya misalnya saja KUR, Kredit Mikro dll

     3. Mencari Bibit Berkualitas
         Bibit yang berkualitas sangat mendukung usaha ini. tidak jarang kerugian yang ditimbulkan karena kekurang hati-hatian dalam membeli bibit.


Analisa (Perhitungan) Usaha Pembesaran Lele

Bibit Ukuran 5 - 8 cm       : 10.000 ekor x Rp. 100,-         = Rp. 1.000.000,-
Pakan                               : 1 Ton Pelet 781 x Rp. 8.000,- = Rp.8.000.000,-
sarana/Kolam Terpal         : 1 Unit                x Rp. 700.000=Rp.    700.000,- +
                                                                    JUMLAH      =Rp. 9.700.000,-

Penjualan : 950 kg x Rp. 12.000,-                                  = Rp. 11.400.000,-

Selisih Penjualan - Modal                                                   =Rp.   1.700.000,-